Senin, 05 Juni 2017

PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN KOTA PADANGSIDIMPUAN

Oleh :

Safran Efendi Pasaribu

Abstrak

            Pengawasan merupakan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan kepala dinas terhadap efektivitas kerja pegawai dan bagaimana efektivitas kerja pegawai serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 47 orang yaitu pegawai Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan pada bidang pertamanan. Kemudian teknik penentuan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.

116
 

117
 
            Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah: 1. Data primer terdiri dari Observasi,yaitu pengumpulan data dengan pengamatan langsung kepada objek penelitian serta melakukan pencatatan yang di anggap relevan dengan penelitian dan Angket, yaitu membuat daftar pertanyaan dan sudah disiapkan jawabannya, hanya memilih sesuai pilihannya. 2. Data Sekunder terdiri dari penelitian kepustakaan dan studi dokumentasi.
            Hasil analisis dan pembahasan yang diperoleh melalui observasi dan penyebaran angket dapat disimpulkan bahwa pengawasan yang dilakukan atasan belum efektif karena pengawasan tidak tepat waktu sehingga menghasilkan kinerja pegawai tidak optimal. Kemudian efektivitas kerja pegawai masih jauh dari yang diharapkan disebabkan pegawai sering mengulur-ulur waktu apabila menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. Sedangkan pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawaiterdapat pengaruh yang signifikan antara pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai yaitu rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel atau 0,989 > 0,288. Koefisien determinasi r2  yaitu 97,8% artinya efektivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh pengawasan dan 2,2% dipengaruhi faktor lain dan tidak diteliti.Tetapi diharapkan kepada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran lebih meningkatkan pengawasan kepada pegawai sehingga tingkat efektivitas pegawai lebih optimal dan kepada pegawai supaya meningkatkan efektivitas kerja sehingga tujuan dari organisasi tercapai dengan baik.

Kata kunci : Pengawasan, Efektivitas, Kerja Pegawai

PENDAHULUAN
            Pelaksanaan pengawasan sekarang ini terutama yang berkaitan dengan kebijakan penyelenggaraan negara atau pemerintahan masih terdapat kelemahan-kelemahan yang harus mendapatkan stimulus dibidang keilmuan dan profesionalitas, terutama yang berkaitan dengan pemerintahan dan pembangunan di seluruh sektor kehidupan manusia dalam sebuah negara atau bangsa.

119
 

118
 
            Suatu organisasi pasti ada seorang pemimpin yang memberi  perintah kepada bawahan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik dan bermutu maka diperlukan pengawasan yang baik dan ketat. Organisasi akan berjalan terus dan semakin komplek dari waktu ke waktu, banyaknya orang yang melakukan kesalahan dan guna mengevaluasi atas hasil kegiatan yang telah dilakukan, maka fungsi pengawasan semakin penting dalam setiap organisasi. Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasi itu sendiri maupun  bagi para pekerjanya. “Pengawasan harus kita jadikan sebagai bagian dari pada pengembangan suatu bentuk pengetahuan dalam rangka menciptakan kegunaan suatu kegiatan dalam kehidupan masyarakat.”[1]
            Dalam pengawasan masih  banyak para pegawai yang melanggar ketentuan yang ada dalam melakukan kewajibannya terhadap pekerjaan yang ditugaskan, oleh karena itu masih adanya kelemahan  pengawasan yang membuat para  pegawai melakukan pelanggaran dimaksud. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kesenjangan antara kinerja pegawai dengan yang diharapkan oleh pimpinan masih banyak terdapat ketidakefisienandalam  pelaksanaan tugas-tugasnya, hal ini merupakan bukti nyata bahwa fungsi pengawasan yang dilakukan pimpinan masih rendah.Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang lebih baik, maka pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan pegawai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan dikehendaki oleh pengawas yaitu  pimpinan.
            Efektivitas pelaksanaan dari seluruh kegiatan dalam sebuah kelembagaan publik maupun kelembagaan privat sangat dibutuhkan kehadiran pengawasan dalam rangka meningkatkan efesiensi dan profesionalisme pelaksanaan berbagai program kelembagaan sehingga dapat memberikan hasil sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Makmur mengatakan bahwa:
            Apabila suatu kelembagaan tidak memberikan hasil sesuai dengan harapan sebelumnya, berarti minimal ada tiga jenis kelembagaan: Pertama, kelemahan dari segi perencanaan yang tidak tepat sasaran yang hendak dituju; kedua, pelaksanaan suatu kegiatan tidak ditangani oleh manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan jenis pekerjaan; dan ketiga, adalah pengawasan yang dilakukan oleh manusianya itu sendiri. Sehubungan dengan kelemahan-kelemahan yang dijumpai dalam kelembagaan yang sebenarnya sangat berpengaruh negatif dalam perkembangan karena sasaran yang hendak dicapai selalu mengalami kegagalan.[2]

            Pengawasan dimana dalam perkembangannya, terdapat perbedaan pendapat dalam merumuskan pengawasan dengan cara yang berbeda-beda antara pemikiran atau pemahaman manusia yang satu dengan pemahaman manusia yang lainnya. Makmur mengatakan bahwa:

Perbedaan pola pemikiran dalam memberikan rumusan tentang pengawasan tentunya sangat banyak faktor sebagai penyebabnya antara lain sasaran kegiatan yang dilakukan, tingkat kesulitan tentang pekerjaan, manusia yang dihadapinya, perkembangan lingkungan sosial dan fisik yang dihadapinya, dan lain sebagainya yang menyebabkan memberikan argumentasi yang berbeda-beda.[3]

121
 

120
 
            Manusia senantiasa memiliki sifat sensibilitas terhadap efektivitas dalam melakukan berbagai aktivitas dengan menyesuaikan kepuasannya, sehingga setiap kebijakan yang diambil senantiasa membutuhkan unsur seni untuk menciptakan kesempurnaan atau keutuhan terhadap cita-cita yang diinginkan. Kebijakan yang seperti itu merupakan kebijakan yang berorientasi kepada kemanusiaan, disamping itu harus dapat menciptakan kehidupan yang steril artinya tidak menciptakan ketegangan atau masalah dari berbagai pihak.
            Pada umumnya efektivitas hanya bersumber dari evaluasi atas kesalahan atau kekeliruan yang telah dilakukan pada masa lampau, dipadukan dengan aktivitas berpikir secara rasional, kemudian mengimplementasikan pemikiran itu ke dalam suatu tindakan yang lebih tepat, sehingga tujuan yang hendak dicapai itu dapat memberikan hasil yang memuaskan semua pihak sebagai anggota individu, kelompok maupun sebagai anggota organisasi.
            Peningkatan kualitas sumber daya pegawai menjadi sangat urgen dan perlu dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Sasaran dari pengembangan kualitas sumber daya pegawai salah satunya untuk meningkatkan kinerja operasional pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Selain itu, kualitas sumber daya pegawai yang tinggi akan bermuara pada lahirnya komitmen yang kuat dalam penyelesaian tugas-tugas rutin sesuai tanggung jawab dan fungsinya masing-masing secara lebih efisien, efektif, dan produktif.
            Menurut Engkoswara dalam buku Lijan Poltak Sinambela mengatakan bahwa: “Kinerja pegawai haruslah terencana secara berkesinambungan, sebab peningkatan kinerja pegawai bukan merupakan peristiwa seketika tetapi memerlukan suatu perencanaan dan tindakan yang tertata dengan baik untuk kurun waktu tertentu.”[4]
            Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan sebagai instansi pemerintah, memiliki pegawai yang karakternya berbeda-beda. Perbedaan tersebut mungkin saja dipengaruhi oleh para pegawai dalam hal pengetahuan, keterampilan, sikap, kedisiplinan dan faktor lainnya. Keadaan tersebut menimbulkan perbedaan kemampuan para pegawai dalam hal melaksanakan tugasnya, sehingga tingkat efektivitas kerja pegawai akan bervariasi.
            Pentingnya efektifitas kerja pegawai yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah yaitu, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran.Faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya efektivitas kerja pegawai antara lain:“Kepemimpinan, pengawasan, koordinasi antar sub-dinas/bagian yang masing-masing membawahi beberapa seksi/sub bagian, disiplin kerja pegawai, motivasi, semangat kerja,pembagian kerja,iklim kerja, tata kerja yang ada hubungan insani kemampuan pegawai dan sebagainya.”[5]
            Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, pengawasan yang dilakukan  pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan yaitu Kepala Dinas melakukan pengawasan (pengawasan fungsional)pada setiap wilayah dilingkungan instansi tersebut, meliputi ruang lingkup, prosedur dan tehnik kerja. Pada dasarnya pengawasan yang dilakukan pimpinan tidak terjadwal secara terstruktur, melainkan apabila pimpinan merasa ada kinerja dari pegawai yang kurang optimal. Pengawasan ini tidak membedakan antara tenaga honorer dengan pegawai negeri sipil, melainkan semuanya sama diawasi oleh kepala Sub bagian masing-masing, sehingga kinerja pegawai yang kurang optimal dapat diawasi melalui  pengawasan dari pimpinan.

123
 

122
 
            Selanjutnya, setiap pimpinan sebaiknya memahami dan mengerti siapayang diawasi dan kegiatan apa yang dilakukannya. Pengawasan yang dilakukanpimpinan pada DinasKebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran KotaPadangsidimpuan belum efektif sesuai dengan prosedur dan tehnik kerja  yang ditentukan (rencana kinerja) seperti: “Melaksanakan pembinaan, penyelenggaraan, pengawasan dan pengembangan pegawai sekali seminggu dilakukan evaluasi kinerja pegawai dalam melaksanakan urusan dibidang pertamanan.”[6]Dari rencana kinerja tersebut dapat dilihat bahwa pengawasan pimpinan belum sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan dan yang terjadi di lapangan,pimpinan hanya melakukan pengawasan satu kali dalam dua minggu sehingga kinerja pegawai tersebut kurang efektif akibat kurangnya pengawasan dari pimpinan.
            Pengawasan merupakan hal  penting disetiap pekerjaan dalam  instansi pemerintah. Dengan adanya  pengawasan yang baik, maka suatu  pekerjaan akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan kinerja yang optimal. Bila pekerjaan dibarengi dengan pengawasan pasti hasilnya akan sangat baik dan memuaskan. Selanjutnya, apabila faktor  pengawasan tidak berjalan, maka hasil pekerjaan akan kurang baik dan belum optimal, bahkan tidak mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Oleh karena itu, pimpinan harus melakukan pengawasan yang efektif sehingga pegawai bisa mencapai  prestasi kerja yang optimal. Dengan melihat adanya kecenderungan kurangnya pengawasan dari pimpinan sehingga rasa tanggung  jawab pegawai pun akan berkurang dan mempengaruhi kualitas kerja pegawai
            Bertitik tolak dari alasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN KOTA PADANGSIDIMPUAN.”

BATASAN MASALAH
            Agar penulisan ini tidak menyimpang dan mengambang dari tujuan yang telah direncanakan semula sehingga mempermudah mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, maka penulis menetapkan batasan-batasan hanyaberfokus pada fungsi pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada bidang pertamanan Kota Padangsidimpuan.

RUMUSAN MASALAH
            Sesuai dengan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana pengawasan yang dilakukan kepala dinas terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
2.      Bagaimana efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
3.      Bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.


124
 
TUJUAN PENELITIAN
            Adapun tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan kepala dinas terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
2.      Untuk mengetahui bagaimana efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
3.      Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
MANFAAT PENELITIAN
            Adapun yang menjadi kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi peneliti
Hasil penelitian ini digunakan untuk menerapkan teori-teori yang didapat penulis baik selama perkuliahan maupun di luar perkuliahan dan menghubungkannya dengan praktek di lapangan.
2.      Bagi akademik
Hasil penelitian ini diharapkan bisa sebagai referensi bagi peneliti lain di bidang yang sama yaitu pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik program studi Ilmu Administrasi Negara.


3.     

125
 
Bagi Pemerintah
Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan bagi Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan untuk meningkatkan pemeliharaan dan keindahan taman yang ada di Kota Padangsidimpuan.

HIPOTESIS
            Secara umum hipotesis dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah pengawasan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan.

KERANGKA TEORI
1.      Pengertian Pengaruh
            Kekuasaan sangat berhubungan erat dengan pengaruh, bahkan tidak sedikit dari kita yang menganggap bahwa antara kekuasaan dan pengaruh adalah sama. Sampai akhirnya beberapa ahli menguraikan keduanya berdasarkan pendapat apakah kekuasaan dan pengaruh merupakan dua konsep yang berbeda atau salah satu diantaranya merupakan konsep pokok dan yang lainnya merupakan bentuk khususnya. Arikunto mendefenisikan bahwa:
       Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yangdi pengaruhi. Dua hal ini adalah yang akan dihubungkan dan dicari apa ada hal yang menghubungkannya. Di sisi lain pengaruh adalah berupa daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya.[7]

126
 

127
 
 


2.      Pengertian Pengawasan
            Secara umum pengawasan dapat didefenisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan. Sebagaimana dijelaskan Sondang P. Siagian dalam buku Makmur mendefenisikan bahwa: “Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.”[8]

3.      Pengertian Efektivitas
            Persepsi tentang efektivitas sesungguhnya bersumber dari salah satu kriteria ilmu administrasi yang berkembang secara alamiah ke dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia untuk mencapai tujuan yang mereka kehendaki. Efektivitas berasal dari kata efektif yang mengandung pengertian dicapainya keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas disebut juga hasil guna. Efektivitas selalu terkait dengan hubungan antara hasil yang diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya dicapai.
            Sebagaimana dijelaskan Bakir P. Suryanto mendefenisikan bahwa: “Efektif adalah membuahkan hasil” sedangkan kata efisien adalah kemampuan menjalankan tugas dengan baik, tetapi sesuai dengan rencana, tepat dan tidak membuang-buang waktu.”[9]       Sedangkan menurut Steers dalam buku Edy Sutrisno mengatakan bahwa: “Pada umumnya efektivitas hanya dikaitkan dengan tujuan organisasi, yaitu laba, yang cenderung mengabaikan aspek terpenting dari keseluruhan prosesnya, yaitu sumber daya manusia.”[10]

4.      Efektivitas Kerja
            Pada umumnya efektivitas merupakan sebagai keberhasilan melakukan program dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor yang dapat menentukan efektivitas kerjapegawai berhasil dilakukan dengan baik. Tugas pegawai dapat berjalan dengan baik apabila dilakukan pemberitahuan (komunikasi) tentang pendelegasian tugas/tanggung jawab sertaadanya evaluasi kerja dari pimpinan.
Menurut Kusdi mendefenisikan bahwa: “Efektivitas kerja adalahsejauh mana organisasi mencapai berbagai sasaran (jangka pendek) dan tujuan (jangka panjang) yang telah ditetapkan, dimana penetapan sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan itu mencerminkan konstituen strategis, kepentingan subjektif penilai, dan tahap pertumbuhan organisasi.”[11]







129
 

128
 
METODE PENELITIAN

1.      Lokasi Penelitian
            Penelitian ini dilakukan di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan yang beralamat di Jln. Sutan Soripada Mulia No. 16 Padangsidimpuan.

2.      Jenis Penelitian
            Jenis penelitian yang penulis pergunakan adalah analisa data kuantitatif. Sugiyono mendefenisikan bahwa: “Penelitian kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.”[12] Berdasarkan defenisi tersebut dapat dilihat bahwa data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan untuk mendapatkan konsistensi data penelitian dan membuktikan penelitian yang telah ada.

3.      Populasi dan Sampel
a.    Populasi
            Populasi menurut para ahli telah banyak didefenisikan, antara lain menurut Sugiyono: “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”[13]Populasi dalam penelitian ini menurut defenisi tersebut yang ditentukan oleh karakteristik tertentu yaitu seluruh pegawai di bidang pertamanan pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan sebanyak 47 orang.

b.              Sampel
            Teknik pengambilan/penetapan sampel yang digunakan adalah Nonprobability Sampling. Sebagaimana dinyatakan Sugiyono mendefenisikan bahwa: “Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.”[14] Kemudian teknik penentuan sampel adalah sampling jenuh yaitu: “Bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.”[15] Maka sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang.

4.      Defenisi Konsep dan Operasional
a.    Defenisi Konsep
1.    Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi.
2.    Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
3.   

131
 

130
 
Efektivitas kerja  adalah salah satu sikap atau kondisi umum seseorang yang positif terhadap kehidupan organisasionalnya, setiap pemimpin perlu mengambil berbagai langkah agar semakin banyak bawahannya merasa puas dan selalu bersemangat dalam bekerja yang pada saatnya nanti akan mencapai tingkat efektivitas kerja pegawai yang bersangkutan sesuai yang diharapkan.

b.      Defenisi Operasional
            Defenisi operasional adalah penentuan selanjutnya dalam penelitian. “Defenisi operasional merupakan suatu defenisi yang diberikan kepada suatu variabel atau kontrak dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur kontrak atau variabel tersebut.”[16]
1.         Variabel X adalah pengawasan, memiliki indikator sebagai berikut:
a)    Akurat, yaitu informasi tentang pelaksanaan kegiatan harus akurat;
b)   Tepat waktu, yaitu informasi harus dikumpulkan, disampaikan dan evaluasi secepatnya bila kegiatan perbaikan harus dilakukan segera;
c)    Objektif dan menyeluruh, yaitu informasi harus mudah dipahami dan bersifat objektif serta lengkap;
d)   Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi, yaitu informasi pengawasan harus terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi;
e)    Fleksibel, yaitu pengawasan harus mempunyai fleksibilitas untuk memberikan tanggapan atau reaksi terhadap ancaman ataupun kesempatan dari lingkungan;
f)    Bersifat sebagai petunjuk dan operasional, yaitu sistem pengawasan efektif harus menunjukkan, baik deteksi atau devisi dari standar, tindakan koreksi apa yang seharusnya diambil;

2.         Variabel Y adalah efektivitas kerja, memiliki indikator sebagai berikut:
a)        Ketetapan penentuan waktu;
b)        Ketetapan perhitungan biaya;
c)        Ketetapan dalam pengukuran;
d)       Ketetapan dalam menentukan pilihan;
e)        Ketetapan berpikir;
f)         Ketetapan dalam melakukan perintah;
g)        Ketetapan dalam menentukan tujuan;
h)        Ketetapan sasaran.

5.      Teknik Pengumpulan Data

1.    Data Primer diperoleh dari:
a.    Observasi yaitu pengumpulan data dengan pengamatan langsung kepada objek penelitian serta melakukan pencatatan yang di anggap relevan dengan penelitian.
b.   

132
 
Angket yaitu pengumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan dan sudah disiapkan jawabannya, hanya memilih sesuai pilihannya.

2.         Data Sekunder diperoleh melalui:
a.    Penelitian kepustakaan, cara ini ditempuh dengan mempelajari buku, tulisan karya ilmiah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
b.    Studi dokumentasi, cara ini dilakukan dengan jalan melalukan pendahuluan terhadap catatan tertulis yang ada di lokasi penelitian.

6.      Teknik Analisa Data
            Untuk menganalisa data-data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan berdasarkan angketdengan menggunakan skala Likert, yaitu setiap jawaban:
a.                  Sangat Setuju  dengan nilai  5
b.                  Setuju              dengan nilai  4
c.                  Cukup             dengan nilai  3
d.                 Kurang Setuju dengan nilai  2
e.                  Tidak Setuju    dengan nilai [17]

133
 
Kemudian untuk melihat jawaban gradasi yang positif sampai yang negatif, dianalisa dengan menggunakan rumus korelasi produk moment yaitu:
   Untuk mencari koefisien korelasi, perlu diuji signifikasinya. Rumus uji signifikasi korelasi produk moment yaitu:


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat dilihat sebagian besar pegawai Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran pada bidang pertamanan mengatakan setuju bahwa ketepatan sasaran sangat menentukan keberhasilan aktivitas organisasi. Hal ini dapat dikatakan, jika penentuan sasaran yang tepat baik yang ditetapkan secara individu maupun secara organisasi sangat menentukan keberhasilan aktivitas organisasi. Demikian pula sebaliknya, jika sasaran yang ditetapkan itu kurang tepat, maka akan menghambat pelaksanaan berbagai kegiatan itu sendiri.
            Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsimpuan, diketahui bahwa: nilai N = 47; ∑X = 1132; ∑Y = 1399; ∑X2 = 28494; ∑Y2 = 42261 dan ∑XY = 34354. Dengan mendistribusikan nilai-nilai tersebut kedalam korelasi “r” Product Moment dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

135
 

134
 
           
      
        = 0,989 (Nol koma sembilan  delapan sembilan)

Kemudian nilai “r” tersebut didistribusikan ke rumus t –tes yaitu sebagai berikut:

   = 44,83 (empat empat koma delapan tiga)
           
            Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui  rtabel sebesar 0,288 dengan membandingkan antara rhitung dengan rtabel terlihat bahwa rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel atau 0,989 > 0,288. Berdasarkan hasil konsultasi nilai tersebut maka hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian dapat diterima atau disetujui kebenarannya, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan.
            Selanjutnya analisa korelasi dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi r2 yaitu 0,9892 = 0,978 (0,978 x 100%) = 97,8% artinya efektivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh pengawasan. Sedangkan 2,2% dipengaruhi faktor lain dan tidak diteliti.



KESIMPULAN DAN SARAN
a.      Kesimpulan
            Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.    Pengawasan yang dilakukan di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan belum efektif, dilihat dari pengawasan yang dilakukanoleh Kepala Dinas kepada pegawaibelum sesuai dengan standar pelaksanaan yang sudah ditetapkan seperti melaksanakan pembinaan kepada pegawai, pengawasan dan pengembangan pegawai dalam melaksanakan kegiatan pada dinas tersebut sehingga menghasilkan kinerja pegawai tidak optimal dan tujuan dari pengawasan tidak tercapai dengan baik.
2.   

137
 

136
 
Efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan pada bidang pertamanan masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari kurang tepatnya para pegawai dalam penggunaan waktu yang ditentukan seperti sering mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. Selanjutnya didalam menentukan pilihan untuk mencapai keefektivan dalam menyelesaikan tugas tidak melalui suatu proses perencanaan, melainkan diselesaikan melalui perkiraan.
3.    Pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan pada bidang pertamanan dilihat dari hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan antara pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan, yaitu rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel atau 0,989 > 0,288, artinya dengan adanya pengawasan yang dilakukan atasan maka suatu pekerjaan akan berjalan dengan lancar dan mencapai prestasi kerja pegawai yang optimal. Kemudian koefisien determinasi r2  yaitu 0,9892 = 0,978 (0,978 x 100%) = 97,8% artinya efektivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh pengawasan. Sedangkan 2,2% dipengaruhi faktor lain dan tidak diteliti.



b.      Saran
       Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis ingin menyampaikan saran sebagai berikut:
1.    Diharapkan kepada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan agar lebih meningkatkan pengawasan kepada pegawai sehingga tingkat efektivitas pegawai lebih optimal.
2.    Diharapkan kepada pegawai Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan supaya mengefektifkan kerjanya sehingga tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan baik.
3.    Diharapkan kepada Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan agar pelaksanaan pengawasan yang dilakukan lebih objektif karena pengawasan yang dilakukan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai.

DAFTAR PUSTAKA

I.   Buku
Abdurrahmat Fathoni, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Adam Ibrahim Indrawijaya, 2000, Perilaku organisasiCetakan Keenam, Bandung, Sinar Biru Algensindo.
Bakir P. Suryanto dan Suryanto Sigit, 2006, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Jakarta, Karisma Publishing Group.
EdySutrisno, 2011, Budaya Organisasi, Jakarta, Kencana.

138
 
Hessel Nogi S. Tangkilisan, 2005, Manajemen Publik. Jakarta, Gramedia Widiasarana Indonesia.
Kusdi, 2009, Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta, Salemba Humanika.
Lijan Poltak Sibambela, 2012,Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan Implikasi, Yogyakarta, Graha Ilmu.
M. Manullang, 2005, Dasar-Dasar Manajemen.Yogyakarta: UGM University Press.
Makmur, 2011, Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan, Jakarta, PT. Refika Aditama.
Moh.Nazir, 2009, Metode Penelitian, Jakarta, Ghalia Indonesia.
Siswandi, 2011, Aplikasi Manajemen Perusahaan: Analisis Kasus dan Pemecahannya, Jakarta, Mitra Wacana Media.
Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Administrasi, Bandung, Alfabeta.
SuharsimiArikunto, 2003, Manajemen Penelitian, Jakarta, Rineka Cipta.

II.   Peraturan
Peraturan Daerah Kota Padangsidimpuan Nomor 03 Tahun 2008 Tentang Oraganisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kota Padangsidimpuan
Peraturan Walikota Nomor 45/PW/2008 Tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan
Lakip Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
Rencana Kinerja Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebersihan Tahun 2015.





[1]Makmur, Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan, Refika Aditama: Bandung, 2011, hal. 177
[2]Ibid, hal. 175
[3]Ibid, hal. 176
[4] Sinambela Poltak Lijan, Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan Implikasi, Graha Ilmu: Yogyakarta, 2012, hal. 10
[5]Lakip Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
[6]Rencana Kinerja Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebersihan Tahun 2015
[7] Arikunto Suharsimi,Manajemen Penelitian, Rineka Cipta: Jakarta, 2003, hal. 44
[8]Makmur, Op.cit, hal. 176
[9] Suryanto P. Bakir dan Suryanto Sigit, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Karisma Publishing Group: Jakarta, 2006, hal. 150
[10]Sutrisno Edy, Budaya Organisasi, Kencana: Jakarta, 2011, hal. 123
[11]Kusdi, Teori Organisasi dan Administrasi, Salemba Humanika: Jakarta, 2009, hal. 94
[12]Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta: Bandung, 2010,hal. 15
[13]Ibid, hal.90
[14]Ibid, hal. 95
[15]Ibid, hal. 97
[16]Nazir Moh, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia: Jakarta, 2009, hal. 126
[17]Sugiyono, Op.cit, hal. 107
[18]Ibid, hal. 212

Tidak ada komentar:

Posting Komentar