PENGARUH
PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN
DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN KOTA PADANGSIDIMPUAN
Oleh
:
Safran
Efendi Pasaribu
Abstrak
Pengawasan
merupakan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan
manajemen tercapai. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara
perencanaan dan pengawasan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan kepala dinas terhadap efektivitas kerja
pegawai dan bagaimana efektivitas kerja pegawai serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh
pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan
dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian
ini sebanyak 47 orang yaitu pegawai Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan
Kebakaran Kota Padangsidimpuan pada bidang pertamanan. Kemudian teknik
penentuan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.
|
|
Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini adalah: 1. Data primer terdiri dari Observasi,yaitu
pengumpulan data dengan pengamatan langsung kepada objek penelitian serta
melakukan pencatatan yang di anggap relevan dengan penelitian dan Angket, yaitu
membuat daftar
pertanyaan dan sudah disiapkan jawabannya, hanya memilih sesuai pilihannya. 2. Data Sekunder terdiri dari penelitian kepustakaan dan studi
dokumentasi.
Hasil analisis dan pembahasan yang
diperoleh melalui observasi dan penyebaran angket dapat disimpulkan bahwa pengawasan
yang dilakukan atasan belum efektif karena pengawasan tidak tepat waktu sehingga menghasilkan kinerja pegawai tidak optimal. Kemudian
efektivitas kerja pegawai masih jauh dari yang diharapkan disebabkan pegawai
sering mengulur-ulur waktu apabila menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. Sedangkan
pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawaiterdapat pengaruh yang
signifikan antara pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai yaitu rhitung
lebih besar dibandingkan dengan rtabel atau 0,989 > 0,288.
Koefisien determinasi r2 yaitu
97,8% artinya efektivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh pengawasan dan 2,2%
dipengaruhi faktor lain dan tidak diteliti.Tetapi diharapkan kepada Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran lebih meningkatkan pengawasan
kepada pegawai sehingga tingkat efektivitas pegawai lebih optimal dan kepada
pegawai supaya meningkatkan efektivitas kerja sehingga tujuan dari organisasi
tercapai dengan baik.
Kata kunci : Pengawasan, Efektivitas, Kerja Pegawai
PENDAHULUAN
Pelaksanaan
pengawasan sekarang ini terutama yang berkaitan dengan kebijakan
penyelenggaraan negara atau pemerintahan masih terdapat kelemahan-kelemahan
yang harus mendapatkan stimulus dibidang keilmuan dan profesionalitas, terutama
yang berkaitan dengan pemerintahan dan pembangunan di seluruh sektor kehidupan
manusia dalam sebuah negara atau bangsa.
|
|
Suatu organisasi pasti ada seorang pemimpin yang memberi perintah
kepada bawahan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik dan bermutu maka
diperlukan pengawasan yang baik dan
ketat. Organisasi akan berjalan terus dan semakin komplek dari waktu ke waktu,
banyaknya orang yang melakukan kesalahan dan guna mengevaluasi atas hasil
kegiatan yang telah dilakukan, maka fungsi pengawasan semakin penting dalam
setiap organisasi. Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan
tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasi itu sendiri maupun
bagi para pekerjanya. “Pengawasan harus kita jadikan sebagai bagian dari
pada pengembangan suatu bentuk pengetahuan dalam rangka menciptakan kegunaan
suatu kegiatan dalam kehidupan masyarakat.”[1]
Dalam pengawasan
masih banyak para pegawai yang melanggar ketentuan yang ada dalam
melakukan kewajibannya terhadap pekerjaan yang ditugaskan, oleh karena itu
masih adanya kelemahan pengawasan yang membuat para pegawai
melakukan pelanggaran dimaksud. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kesenjangan
antara kinerja pegawai dengan yang diharapkan oleh pimpinan masih banyak
terdapat ketidakefisienandalam pelaksanaan tugas-tugasnya, hal ini
merupakan bukti nyata bahwa fungsi pengawasan yang dilakukan pimpinan masih
rendah.Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang lebih baik, maka pengawasan harus
dilakukan secara menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan untuk menyelesaikan
tugas dan pekerjaan pegawai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan
dikehendaki oleh pengawas yaitu pimpinan.
Efektivitas
pelaksanaan dari seluruh kegiatan dalam sebuah kelembagaan publik maupun
kelembagaan privat sangat dibutuhkan kehadiran pengawasan dalam rangka
meningkatkan efesiensi dan profesionalisme pelaksanaan berbagai program
kelembagaan sehingga dapat memberikan hasil sesuai dengan perencanaan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Makmur mengatakan bahwa:
Apabila suatu kelembagaan tidak
memberikan hasil sesuai dengan harapan sebelumnya, berarti minimal ada tiga
jenis kelembagaan: Pertama, kelemahan
dari segi perencanaan yang tidak tepat sasaran yang hendak dituju; kedua, pelaksanaan suatu kegiatan tidak
ditangani oleh manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai
dengan jenis pekerjaan; dan ketiga,
adalah pengawasan yang dilakukan oleh manusianya itu sendiri. Sehubungan dengan
kelemahan-kelemahan yang dijumpai dalam kelembagaan yang sebenarnya sangat
berpengaruh negatif dalam perkembangan karena sasaran yang hendak dicapai
selalu mengalami kegagalan.[2]
Pengawasan dimana dalam
perkembangannya, terdapat perbedaan pendapat dalam merumuskan pengawasan dengan
cara yang berbeda-beda antara pemikiran atau pemahaman manusia yang satu dengan
pemahaman manusia yang lainnya. Makmur mengatakan bahwa:
Perbedaan pola pemikiran dalam memberikan
rumusan tentang pengawasan tentunya sangat banyak faktor sebagai penyebabnya
antara lain sasaran kegiatan yang dilakukan, tingkat kesulitan tentang
pekerjaan, manusia yang dihadapinya, perkembangan lingkungan sosial dan fisik
yang dihadapinya, dan lain sebagainya yang menyebabkan memberikan argumentasi
yang berbeda-beda.[3]
|
|
Manusia
senantiasa memiliki sifat sensibilitas terhadap efektivitas dalam melakukan
berbagai aktivitas dengan menyesuaikan kepuasannya, sehingga setiap kebijakan yang
diambil senantiasa membutuhkan unsur seni untuk menciptakan kesempurnaan atau
keutuhan terhadap cita-cita yang diinginkan. Kebijakan yang seperti itu
merupakan kebijakan yang berorientasi kepada kemanusiaan, disamping itu harus
dapat menciptakan kehidupan yang steril artinya tidak menciptakan ketegangan
atau masalah dari berbagai pihak.
Pada umumnya
efektivitas hanya bersumber dari evaluasi atas kesalahan atau kekeliruan yang
telah dilakukan pada masa lampau, dipadukan dengan aktivitas berpikir secara
rasional, kemudian mengimplementasikan pemikiran itu ke dalam suatu tindakan
yang lebih tepat, sehingga tujuan yang hendak dicapai itu dapat memberikan
hasil yang memuaskan semua pihak sebagai anggota individu, kelompok maupun
sebagai anggota organisasi.
Peningkatan
kualitas sumber daya pegawai menjadi sangat urgen dan perlu dilakukan secara
terencana, terarah, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kemampuan
dan profesionalisme. Sasaran dari pengembangan kualitas sumber daya pegawai
salah satunya untuk meningkatkan kinerja operasional pegawai dalam melaksanakan
tugas-tugas pemerintahan. Selain itu, kualitas sumber daya pegawai yang tinggi
akan bermuara pada lahirnya komitmen yang kuat dalam penyelesaian tugas-tugas
rutin sesuai tanggung jawab dan fungsinya masing-masing secara lebih efisien,
efektif, dan produktif.
Menurut Engkoswara
dalam buku Lijan Poltak Sinambela mengatakan bahwa: “Kinerja pegawai haruslah
terencana secara berkesinambungan, sebab peningkatan kinerja pegawai bukan
merupakan peristiwa seketika tetapi memerlukan suatu perencanaan dan tindakan
yang tertata dengan baik untuk kurun waktu tertentu.”[4]
Dinas Kebersihan,
Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan sebagai instansi
pemerintah, memiliki pegawai yang karakternya berbeda-beda. Perbedaan tersebut
mungkin saja dipengaruhi oleh para pegawai dalam hal pengetahuan, keterampilan,
sikap, kedisiplinan dan faktor lainnya. Keadaan tersebut menimbulkan perbedaan
kemampuan para pegawai dalam hal melaksanakan tugasnya, sehingga tingkat
efektivitas kerja pegawai akan bervariasi.
Pentingnya
efektifitas kerja pegawai yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah yaitu,
Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran.Faktor yang dapat
mempengaruhi rendahnya efektivitas kerja pegawai antara lain:“Kepemimpinan,
pengawasan, koordinasi antar sub-dinas/bagian yang masing-masing membawahi
beberapa seksi/sub bagian, disiplin kerja pegawai, motivasi, semangat
kerja,pembagian kerja,iklim kerja, tata kerja yang ada hubungan insani kemampuan
pegawai dan sebagainya.”[5]
Dari hasil
observasi yang peneliti lakukan, pengawasan yang dilakukan pada Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan yaitu
Kepala Dinas melakukan pengawasan (pengawasan fungsional)pada setiap wilayah
dilingkungan instansi tersebut, meliputi ruang lingkup, prosedur dan tehnik
kerja. Pada dasarnya pengawasan yang dilakukan pimpinan tidak terjadwal secara
terstruktur, melainkan apabila pimpinan merasa ada kinerja dari pegawai yang
kurang optimal. Pengawasan ini tidak membedakan antara tenaga
honorer dengan pegawai negeri sipil, melainkan semuanya sama diawasi oleh
kepala Sub bagian masing-masing, sehingga kinerja pegawai yang kurang optimal
dapat diawasi melalui pengawasan dari
pimpinan.
|
|
Selanjutnya, setiap pimpinan sebaiknya memahami dan
mengerti siapayang diawasi dan kegiatan apa yang dilakukannya. Pengawasan yang
dilakukanpimpinan pada DinasKebersihan,
Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran KotaPadangsidimpuan belum efektif sesuai dengan
prosedur dan tehnik kerja yang
ditentukan (rencana kinerja) seperti: “Melaksanakan pembinaan, penyelenggaraan,
pengawasan dan pengembangan pegawai sekali seminggu dilakukan evaluasi kinerja
pegawai dalam melaksanakan urusan dibidang pertamanan.”[6]Dari
rencana kinerja tersebut dapat dilihat bahwa pengawasan pimpinan belum sesuai
dengan standar yang sudah ditetapkan dan yang terjadi di lapangan,pimpinan
hanya melakukan pengawasan satu kali dalam dua minggu sehingga kinerja pegawai
tersebut kurang efektif akibat kurangnya pengawasan dari pimpinan.
Pengawasan merupakan
hal penting disetiap pekerjaan dalam instansi pemerintah. Dengan
adanya pengawasan yang baik, maka suatu pekerjaan akan berjalan
dengan lancar dan menghasilkan kinerja yang optimal. Bila pekerjaan dibarengi
dengan pengawasan pasti hasilnya akan sangat baik dan memuaskan. Selanjutnya,
apabila faktor pengawasan tidak berjalan, maka hasil pekerjaan akan
kurang baik dan belum optimal, bahkan tidak mencapai tujuan yang sudah ditetapkan
oleh organisasi. Oleh karena itu, pimpinan harus melakukan pengawasan yang
efektif sehingga pegawai bisa mencapai prestasi kerja yang optimal.
Dengan melihat adanya kecenderungan kurangnya pengawasan dari pimpinan sehingga
rasa tanggung jawab pegawai pun akan berkurang dan mempengaruhi kualitas
kerja pegawai
Bertitik tolak dari
alasan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS
KERJA PEGAWAI PADA DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN KOTA
PADANGSIDIMPUAN.”
BATASAN MASALAH
Agar penulisan ini
tidak menyimpang dan mengambang dari tujuan yang telah direncanakan semula
sehingga mempermudah mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, maka
penulis menetapkan batasan-batasan hanyaberfokus pada fungsi pengawasan
terhadap efektivitas kerja pegawai pada bidang pertamanan Kota Padangsidimpuan.
RUMUSAN MASALAH
Sesuai
dengan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah
sebagai berikut:
1.
Bagaimana pengawasan yang dilakukan kepala dinas terhadap efektivitas kerja
pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota
Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
2.
Bagaimana efektivitas
kerja pegawai di Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya
pada bidang pertamanan.
3.
Bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya
pada bidang pertamanan.
|
TUJUAN
PENELITIAN
Adapun tujuan penelitian ini sesuai
dengan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan kepala dinas terhadap
efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan
Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
2.
Untuk mengetahui bagaimana efektivitas
kerja pegawai di Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan khususnya
pada bidang pertamanan.
3.
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja
pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota
Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan.
MANFAAT PENELITIAN
Adapun yang menjadi kegunaan penelitian
ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini
digunakan untuk menerapkan teori-teori yang didapat penulis baik selama
perkuliahan maupun di luar perkuliahan dan menghubungkannya dengan praktek di
lapangan.
2. Bagi akademik
Hasil
penelitian ini diharapkan bisa sebagai referensi bagi peneliti lain di bidang
yang sama yaitu pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik program studi Ilmu
Administrasi Negara.
3.
|
Bagi Pemerintah
Hasil
penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan bagi Dinas Kebersihan,
Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan untuk meningkatkan
pemeliharaan dan keindahan taman yang ada di Kota Padangsidimpuan.
HIPOTESIS
Secara umum
hipotesis dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah pengawasan sangat berpengaruh
terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan
Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan.
KERANGKA TEORI
1.
Pengertian Pengaruh
Kekuasaan sangat berhubungan erat dengan pengaruh,
bahkan tidak sedikit dari kita yang menganggap bahwa antara kekuasaan dan
pengaruh adalah sama. Sampai akhirnya beberapa ahli menguraikan keduanya
berdasarkan pendapat apakah kekuasaan dan pengaruh merupakan dua konsep yang
berbeda atau salah satu diantaranya merupakan konsep pokok dan yang lainnya
merupakan bentuk khususnya. Arikunto mendefenisikan bahwa:
Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau
hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yangdi pengaruhi.
Dua hal ini adalah yang akan dihubungkan dan dicari apa
ada hal yang menghubungkannya. Di sisi lain pengaruh adalah berupa daya yang
bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu yang
disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya.[7]
|
|||
|
|||
2.
Pengertian
Pengawasan
Secara umum
pengawasan dapat didefenisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa
tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Hal ini menunjukkan adanya
hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan. Sebagaimana
dijelaskan Sondang P. Siagian dalam buku Makmur mendefenisikan bahwa:
“Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan
organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan
berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.”[8]
3.
Pengertian Efektivitas
Persepsi tentang efektivitas
sesungguhnya bersumber dari salah satu kriteria ilmu administrasi yang
berkembang secara alamiah ke dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia untuk
mencapai tujuan yang mereka kehendaki. Efektivitas
berasal dari kata efektif yang mengandung pengertian dicapainya keberhasilan
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas disebut juga hasil
guna. Efektivitas selalu terkait dengan hubungan antara hasil yang diharapkan
dengan hasil yang sesungguhnya dicapai.
Sebagaimana
dijelaskan Bakir P. Suryanto mendefenisikan bahwa: “Efektif adalah membuahkan hasil” sedangkan kata
efisien adalah kemampuan menjalankan tugas dengan baik, tetapi sesuai dengan
rencana, tepat dan tidak membuang-buang waktu.”[9] Sedangkan menurut Steers dalam buku Edy
Sutrisno mengatakan bahwa: “Pada umumnya efektivitas hanya dikaitkan dengan
tujuan organisasi, yaitu laba, yang cenderung mengabaikan aspek terpenting dari
keseluruhan prosesnya, yaitu sumber daya manusia.”[10]
4.
Efektivitas Kerja
Pada umumnya efektivitas merupakan sebagai keberhasilan melakukan program dipengaruhi
oleh berbagai faktor-faktor yang dapat menentukan efektivitas kerjapegawai
berhasil dilakukan dengan baik. Tugas pegawai dapat
berjalan dengan baik apabila dilakukan pemberitahuan (komunikasi) tentang
pendelegasian tugas/tanggung jawab sertaadanya evaluasi kerja dari pimpinan.
Menurut Kusdi
mendefenisikan bahwa: “Efektivitas kerja adalahsejauh mana
organisasi mencapai berbagai sasaran (jangka pendek) dan tujuan (jangka
panjang) yang telah ditetapkan, dimana penetapan sasaran-sasaran dan
tujuan-tujuan itu mencerminkan konstituen strategis, kepentingan subjektif
penilai, dan tahap pertumbuhan organisasi.”[11]
|
|
METODE PENELITIAN
1.
Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan yang
beralamat di Jln. Sutan Soripada Mulia No. 16 Padangsidimpuan.
2.
Jenis Penelitian
Jenis
penelitian yang penulis pergunakan adalah analisa data kuantitatif. Sugiyono mendefenisikan bahwa: “Penelitian kuantitatif
adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.”[12]
Berdasarkan defenisi tersebut dapat dilihat bahwa data kuantitatif yaitu data
yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan untuk mendapatkan
konsistensi data penelitian dan membuktikan penelitian yang telah ada.
3.
Populasi
dan Sampel
a. Populasi
Populasi menurut para ahli telah
banyak didefenisikan, antara lain menurut Sugiyono: “Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.”[13]Populasi
dalam penelitian ini menurut defenisi tersebut yang ditentukan oleh
karakteristik tertentu yaitu seluruh pegawai di bidang pertamanan pada Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan sebanyak
47 orang.
b.
Sampel
Teknik
pengambilan/penetapan sampel yang digunakan adalah Nonprobability Sampling.
Sebagaimana dinyatakan Sugiyono mendefenisikan bahwa: “Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak
memberi peluang/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk
dipilih menjadi sampel.”[14]
Kemudian teknik penentuan sampel adalah sampling jenuh yaitu: “Bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel.”[15]
Maka sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang.
4.
Defenisi
Konsep dan Operasional
a. Defenisi
Konsep
1.
Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan
sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi.
2.
Pengawasan adalah
proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin
agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan
rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
3.
|
|
Efektivitas kerja adalah salah satu sikap atau kondisi umum
seseorang yang positif terhadap kehidupan organisasionalnya, setiap pemimpin
perlu mengambil berbagai langkah agar semakin banyak bawahannya merasa puas dan
selalu bersemangat dalam bekerja yang pada saatnya nanti akan mencapai tingkat
efektivitas kerja pegawai yang bersangkutan sesuai yang diharapkan.
b. Defenisi
Operasional
Defenisi operasional adalah penentuan selanjutnya dalam
penelitian. “Defenisi operasional merupakan suatu defenisi yang diberikan
kepada suatu variabel atau kontrak dengan cara memberikan arti, atau
menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang
diperlukan untuk mengukur kontrak atau variabel tersebut.”[16]
1.
Variabel
X adalah pengawasan, memiliki indikator sebagai berikut:
a)
Akurat,
yaitu informasi tentang pelaksanaan kegiatan harus akurat;
b)
Tepat
waktu, yaitu informasi harus dikumpulkan, disampaikan dan evaluasi secepatnya
bila kegiatan perbaikan harus dilakukan segera;
c)
Objektif
dan menyeluruh, yaitu informasi harus mudah dipahami dan bersifat objektif
serta lengkap;
d)
Terkoordinasi
dengan aliran kerja organisasi, yaitu informasi pengawasan harus terkoordinasi
dengan aliran kerja organisasi;
e)
Fleksibel,
yaitu pengawasan harus mempunyai fleksibilitas untuk memberikan tanggapan atau
reaksi terhadap ancaman ataupun kesempatan dari lingkungan;
f)
Bersifat
sebagai petunjuk dan operasional, yaitu sistem pengawasan efektif harus
menunjukkan, baik deteksi atau devisi dari standar, tindakan koreksi apa yang
seharusnya diambil;
2.
Variabel
Y adalah efektivitas kerja, memiliki indikator sebagai berikut:
a)
Ketetapan
penentuan waktu;
b)
Ketetapan
perhitungan biaya;
c)
Ketetapan
dalam pengukuran;
d)
Ketetapan
dalam menentukan pilihan;
e)
Ketetapan
berpikir;
f)
Ketetapan
dalam melakukan perintah;
g)
Ketetapan
dalam menentukan tujuan;
h)
Ketetapan
sasaran.
5.
Teknik
Pengumpulan Data
1.
Data Primer diperoleh
dari:
a. Observasi
yaitu pengumpulan data dengan pengamatan langsung kepada objek penelitian serta
melakukan pencatatan yang di anggap relevan dengan penelitian.
b.
|
Angket
yaitu pengumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan dan sudah disiapkan
jawabannya, hanya memilih sesuai pilihannya.
2.
Data Sekunder diperoleh melalui:
a.
Penelitian kepustakaan, cara ini ditempuh dengan mempelajari buku, tulisan
karya ilmiah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
b.
Studi dokumentasi, cara ini dilakukan dengan jalan melalukan pendahuluan
terhadap catatan tertulis yang ada di lokasi penelitian.
6. Teknik Analisa Data
Untuk
menganalisa data-data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan
berdasarkan angketdengan menggunakan skala Likert, yaitu setiap jawaban:
a.
Sangat Setuju dengan
nilai 5
b.
Setuju dengan nilai 4
c.
Cukup dengan nilai 3
d.
Kurang Setuju dengan
nilai 2
e.
Tidak Setuju dengan
nilai [17]
|
Kemudian untuk melihat jawaban gradasi
yang positif sampai yang negatif, dianalisa dengan menggunakan rumus korelasi
produk moment yaitu:

Untuk mencari koefisien korelasi, perlu diuji signifikasinya.
Rumus uji signifikasi korelasi produk moment yaitu:
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat dilihat sebagian
besar pegawai Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran pada bidang
pertamanan mengatakan setuju bahwa ketepatan sasaran sangat menentukan
keberhasilan aktivitas organisasi. Hal ini dapat dikatakan, jika penentuan
sasaran yang tepat baik yang ditetapkan secara individu maupun secara organisasi
sangat menentukan keberhasilan aktivitas organisasi. Demikian pula sebaliknya,
jika sasaran yang ditetapkan itu kurang tepat, maka akan menghambat pelaksanaan
berbagai kegiatan itu sendiri.
Untuk mengetahui
bagaimana pengaruh pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsimpuan, diketahui
bahwa: nilai N = 47; ∑X = 1132; ∑Y = 1399; ∑X2 = 28494; ∑Y2
= 42261 dan ∑XY = 34354. Dengan mendistribusikan nilai-nilai tersebut kedalam
korelasi “r” Product Moment dapat diperoleh hasil sebagai berikut:
|
|
= 0,989 (Nol
koma sembilan delapan sembilan)
Kemudian nilai “r” tersebut didistribusikan ke rumus t –tes yaitu
sebagai berikut:
= 44,83 (empat
empat koma delapan tiga)
Berdasarkan uraian
di atas dapat diketahui rtabel
sebesar 0,288 dengan membandingkan antara rhitung dengan rtabel
terlihat bahwa rhitung lebih besar dibandingkan dengan rtabel
atau 0,989 > 0,288. Berdasarkan hasil konsultasi nilai tersebut maka
hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian dapat diterima atau disetujui
kebenarannya, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pengawasan
terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan
Kebakaran Kota Padangsidimpuan.
Selanjutnya analisa
korelasi dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi r2 yaitu
0,9892 = 0,978 (0,978 x 100%) = 97,8% artinya efektivitas kerja
pegawai dipengaruhi oleh pengawasan. Sedangkan 2,2% dipengaruhi faktor lain dan
tidak diteliti.
KESIMPULAN DAN SARAN
a.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Pengawasan
yang dilakukan di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota
Padangsidimpuan khususnya pada bidang pertamanan belum efektif, dilihat dari
pengawasan yang dilakukanoleh Kepala Dinas kepada pegawaibelum sesuai dengan
standar pelaksanaan yang sudah ditetapkan seperti melaksanakan pembinaan kepada
pegawai, pengawasan dan pengembangan pegawai dalam melaksanakan kegiatan pada
dinas tersebut sehingga menghasilkan kinerja pegawai tidak optimal dan tujuan
dari pengawasan tidak tercapai dengan baik.
2.
|
|
Efektivitas kerja pegawai di Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan pada
bidang pertamanan masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari
kurang tepatnya para pegawai dalam penggunaan waktu yang ditentukan seperti
sering mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan.
Selanjutnya didalam menentukan pilihan untuk mencapai keefektivan dalam
menyelesaikan tugas tidak melalui suatu proses perencanaan, melainkan
diselesaikan melalui perkiraan.
3.
Pengaruh pengawasan
terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan pada bidang
pertamanan dilihat dari hasil penelitian terdapat pengaruh yang signifikan
antara pengawasan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kebersihan,
Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan, yaitu rhitung
lebih besar dibandingkan dengan rtabel atau 0,989 > 0,288,
artinya dengan adanya pengawasan yang dilakukan atasan maka suatu pekerjaan
akan berjalan dengan lancar dan mencapai prestasi kerja pegawai yang optimal.
Kemudian koefisien determinasi r2 yaitu
0,9892 = 0,978 (0,978 x 100%) = 97,8% artinya efektivitas kerja
pegawai dipengaruhi oleh pengawasan. Sedangkan 2,2% dipengaruhi faktor lain dan
tidak diteliti.
b.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas,
penulis ingin menyampaikan saran sebagai berikut:
1. Diharapkan
kepada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota
Padangsidimpuan agar lebih meningkatkan pengawasan kepada pegawai sehingga
tingkat efektivitas pegawai lebih optimal.
2. Diharapkan
kepada pegawai Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota
Padangsidimpuan supaya mengefektifkan kerjanya sehingga tujuan dari organisasi
dapat tercapai dengan baik.
3. Diharapkan
kepada Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota
Padangsidimpuan agar pelaksanaan pengawasan yang dilakukan lebih objektif
karena pengawasan yang dilakukan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja
pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
I. Buku
Abdurrahmat Fathoni, 2006, Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Adam Ibrahim Indrawijaya, 2000, Perilaku
organisasiCetakan Keenam, Bandung, Sinar Biru Algensindo.
Bakir P. Suryanto dan Suryanto
Sigit, 2006, Kamus Lengkap Bahasa
Indonesia, Jakarta, Karisma Publishing Group.
EdySutrisno, 2011, Budaya Organisasi, Jakarta, Kencana.
|
Hessel Nogi S. Tangkilisan, 2005, Manajemen Publik. Jakarta, Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Kusdi, 2009, Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta, Salemba Humanika.
Lijan Poltak Sibambela, 2012,Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan
Implikasi, Yogyakarta, Graha Ilmu.
M. Manullang, 2005, Dasar-Dasar Manajemen.Yogyakarta: UGM University Press.
Makmur, 2011, Efektivitas
Kebijakan Kelembagaan Pengawasan, Jakarta, PT. Refika Aditama.
Moh.Nazir, 2009, Metode Penelitian, Jakarta, Ghalia
Indonesia.
Siswandi, 2011, Aplikasi
Manajemen Perusahaan: Analisis Kasus dan Pemecahannya, Jakarta, Mitra
Wacana Media.
Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Administrasi, Bandung, Alfabeta.
SuharsimiArikunto, 2003, Manajemen Penelitian, Jakarta, Rineka
Cipta.
II. Peraturan
Peraturan Daerah Kota
Padangsidimpuan Nomor 03 Tahun 2008 Tentang Oraganisasi dan Tata Kerja
Dinas-Dinas Daerah Kota Padangsidimpuan
Peraturan Walikota Nomor 45/PW/2008
Tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan, Pertamanan dan
Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan
Lakip Dinas Kebersihan, Pertamanan
dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
Rencana Kinerja Dinas Kebersihan,
Pertamanan dan Kebersihan Tahun 2015.
[1]Makmur, Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan, Refika Aditama:
Bandung, 2011, hal. 177
[4] Sinambela Poltak Lijan, Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan
Implikasi, Graha Ilmu: Yogyakarta, 2012, hal. 10
[5]Lakip Dinas Kebersihan,
Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran Kota Padangsidimpuan Tahun 2015
[6]Rencana Kinerja Dinas
Kebersihan, Pertamanan dan Kebersihan Tahun 2015
[7] Arikunto Suharsimi,Manajemen Penelitian, Rineka Cipta: Jakarta, 2003, hal. 44
[8]Makmur,
Op.cit, hal. 176
[9]
Suryanto P. Bakir dan Suryanto Sigit, Kamus
Lengkap Bahasa Indonesia, Karisma Publishing Group: Jakarta, 2006, hal. 150
[10]Sutrisno
Edy, Budaya Organisasi, Kencana:
Jakarta, 2011, hal. 123
[11]Kusdi, Teori
Organisasi dan Administrasi, Salemba Humanika: Jakarta, 2009, hal. 94
[16]Nazir Moh, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia:
Jakarta, 2009, hal. 126
[17]Sugiyono, Op.cit, hal. 107
Tidak ada komentar:
Posting Komentar